Perjalanan penuh hikmah
11 Juni 2014, dimana perjalanan kami ini adalah satu bagian yg paling bermakna dan sarat akan hikmah.
Selepas dzuhur, kedua teman saya berkunjung kerumah saya. Mereka mengajak saya untuk pergi jalan2 sekedar refreshing hilangkan jenuh setelah hampir sebulan kita hanya diam dirumah menunggu pengumuman kelulusan (do'akan semoga kami lulus amin). Baiklah saya turuti kemauan mereka, akhirnya kami pergi dengan tanpa tujuan. Diperjalanan, barulah terlintas dipikiran saya "kenapa nggak ke PRJ aja, kebetulan jg diadakan di Monas dan lumayan kan masuknya gratis" jujur saja karna kata "gratis" itu lah yg mendorong kami kesana hahahaha maklum lah kami hanya seorang pelajar yg tdk punya cukup uang utk hura2 sanasini apalagi didapat dgn cara maybe ngerengek sm ortu dulu lah istilah nya x)
Dibusway, saya tersentuh dgn apa yg dilakukan seorang perempuan yg tampak dr parasnya adalah seorang mahasiswi, dia sedang asyiknya duduk membaca buku tiba2 berdiri dan mempersilahkan seorang nenek utk duduk dikursi yg sebelumnya perempuan itu duduki. Subhanallah, saya langsung berkata dlm hati "kenapa saya tdk melakukan hal itu sebelum perempuan itu melakukannya?" Sementara mahasiswi itu terlihat jauh lebih memerlukan tempat duduk utk belajar dibanding saya yg hanya bercanda gurau dgn kedua teman saya. Hal ini menyadarkan saya bahwa saya seharusnya bisa melakukan apa yg perempuan itu jg lakukan.
Sesampainya dimonas, lega rasa nya setelah diperjalanan tadi yg memakan waktu hampir satu jam. Lelah berkeliling, kami memutuskan utk membeli makanan & minuman dan menikmatinya di taman beralaskan rumput hijau tapi disitu kami merasa seperti duduk diatas permadani yg luar biasa indahnya. Ditengah istirahat kami, datang seorang anak kecil yg tidak beralas kaki karena *maaf* dia mempunyai kelainan di jari kakinya. Sontak rasanya saya seperti terisak, dia seakan tak merasakan panas dikakinya padahal saya tau saat itu matahari sedang terik dan saya pun merasakan panasnya-_- dengan semangat dia terus melangkah menjajakan layangan dagangannya, ingin rasanya saya membelinya meski saya tdk bisa memainkannya, namun saya dan teman saya tak punya cukup uang utk sedikit membantunya. Ini membuat saya yakin bahwa kekurangan tak menyurutkan semangatnya utk bangkit, dia bisa mengapa saya tidak?
Kurang afdhal rasanya bila tidak mengabadikan suatu moment tak terlupakan, seperti halnya yg dilakukan pengunjung. Namun hal seperti ini lah yg menjadi modus kejahatan baru, saya melihatnya sendiri. Ada seorang ibu yg ingin berfoto dgn keluarganya, kemudian datang seorang pemuda. Pemuda itu menawarkan agar dia saja yg bantu mengambil gambar tanpa perlu dibayar, wah kata saya dlm hati baik sekali pemuda ini. Karna ibu itu jg ingin semua anggota keluarganya dapat terfoto maka ibu itu mengiyakan tawaran pemuda tadi. Setelah difoto, ibu itu seperti terhipnotis. Awalnya saya yg sempat berhusnuzan pun seperti tertipu daya, rupanya itu modus kejahatan baru. Raiblah kamera milik ibu itu,disini kami kembali menarik kesimpulan bahwa penampilan luar bukanlah jaminan.
Hari mulai gelap, kamipun pulang dan kembali naik busway. Tak seperti yg kami duga,rupanya kami harus menunggu busway yg amat sangat lama menurut saya. Sekalinya ada, penuhnya luar biasa tp baiklah drpd saya hrs menunggu lbh lama lagi. Sepertinya saya diajari agar tetap bersabar apapun kondisinya, bersyukur sajalah walaupun penuh sesak yg penting kami bisa pulang. Masih byk hikmah yg saya dpt, namun hanya sebagian yg dapat saya share. Sekian~
^^ Hatiku mulai bersemi, tatkala doa mulai kurajut. Kulepaskan segala perkara dan pasrah kepada-Nya. Semoga hari ini dapat menjadi i'tibar bagiku juga teman-teman. Amin

0 Comments: