Be Grateful

01.25 Unknown 0 Comments

SUDAHKAH KITA BERSYUKUR?

          Jangan membiasakan diri untuk berpikir dan merasakan bahwa hidup kita kekurangan, tidak cukup, tidak layak, tidak mampu dan tidak-tidak lainnya. Kalau ini yang terus menerus kita pikirkan, kita tidak akan pernah bisa bersyukur.

          Kalau hari ini kita merasa kita kecil, toh kita punya Allah Yang Maha Besar. Kalau hari ini kita merasa kurang, toh kita hidup bersama Allah Yang Maha Kaya. Kalau hari ini kita miskin ilmu, toh kita punya Allah Yang Maha Tahu. Jadi kenapa harus malu? Kenapa harus minder? Toh kita kan hidup bersama Allah Yang Maha, Yang Maha, Yang Maha itu.

          Maka, bersyukurlah atas apa yang telah kita miliki saat ini, bersyukurlah atas apa yang pernah kita alami, dan bersyukurlah atas apa yang akan kita hadapi. Yakinlah semuanya itu adalah rahmat dari Allah. Ingatlah bahwa setiap manusia itu "bernilai" dihadapan Allah, tidak peduli siapapun kita.

- INSPIRATIF -

         Saya jadi teringat kejadian yang saya alami beberapa waktu lalu. Suatu ketika saya mengikuti kegiatan organisasi rohis disekolah yang Alhamdulillah rutin tiap minggunya, saat itu halaqah (mentoring) dimulai selepas dzuhur dan berakhir saat adzan ashar berkumandang. Hari itu sudah sore dan tidak seperti hari biasanya, teman satu lingkaran dengan saya tidak hadir karena sedang sakit, terpaksa saya pulang seorang diri. Sayangnya, saya seorang yang mungkin bisa dikatakan penakut, saya gak berani kalau harus pulang sendiri hehe.. Saya telfon mama saya untuk menjemput, tak lama kemudian mama saya datang menjemput.
          Ditengah perjalanan menuju rumah, saya merasakan ada hal yang aneh pada motor yang dikendarai mama saya saat itu. Rasanya seperti mudah oleng, goyang ke kanan goyang kekiri. Setelah dicek ternyata ban motor bocor dengan tancapan paku diban tersebut, akhirnya kami turun dan mendorong motor sampai menemukan jasa tambal ban. Kebetulan daerah itu bisa dibilang daerah yg jarang dilalui pengendara, jadi jarang tampak tukang tambal.
         Hari semakin sore, rasanya lelah sekali berjalan jauh mencari tukang tambal ban. Mungkin mama saya adalah orang yang paling sabar pada saat itu, disaat saya mengeluh kelelahan, mama saya justru hanya tersenyum kecil mendengarkan keluhan-keluhan saya. Memang itu keburukan saya, gampang ngeluh, duuuh...
          Setelah sekian jauh mendorong motor, akhirnya dari kejauhan saya seperti melihat sesuatu, karena mata saya yg minus jadi hanya terbaca kalimat "ban" yg sedikit buram dari pandangan saya. Mungkin itu "tambal ban", terka saya. Semakin dekat, Alhamdulillah benar dugaan saya, itu jasa tambal ban.
          Singkat cerita, tukang tambal itu pun dengan cekatan dan sigap menambal ban motor kami. Dengan ramahnya bapak itu berkata "Alhamdulillah bu, Ibu nih pelanggan pertama saya setelah seharian ini bu. Dari tadi pagi sepi banget" kata si bapak. Saya yang mendengar perkataan si bapak itupun kaget, dan berkata "Alhamdulillah pak, emang rejekinya bapak" kata saya. Si bapak berkata lagi "Ya disabarin aja neng, nanti jg ada rejekinya, kuncinya mah sabar aja. Kalau gak ada ya sabar, kalaupun ada tapi sedikit ya disyukurin aja. Uang hasil nambel saya tabung, bener-bener saya sisihkan untuk nabung" ujar si bapak.
         Wah hebat sekali bapak ini, kata saya dalam hati. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya melontarkan sebuah pertanyaan dengan perlahan dengan nada yg dihaluskan "Bapak emang sudah berapa lama nambal ban kayak gini?". Si bapak menjawab "Udah lama neng, dari jaman anak saya yg paling gede SMA. Sekarang anak-anak saya udah lulus kuliah semua. Tapi sampe sekarang saya masih nambel-nambel gini bukan cuma cari uang neng, saya juga seneng bisa bantu orang-orang". MasyaAllah, jarang sekali saya bertemu orang sebaik bapak ini.
         Lalu dia melanjutkan "Alhamdulillah juga sekarang saya udah punya rumah sendiri, gak harus ngontrak kayak dulu neng. Udah bisa nyicil motor, saya belikan laptop untuk anak-anak saya belajar. Alhamdulillah semua itu ya dari uang hasil tambal ban yg saya tabung neng. Sabar banget saya nunggu itu duit kekumpul banyak" jelasnya.
          Saya semakin kagum dengan bapak ini. Setelah lama bercakap-cakap, akhirnya ban motor kami sudah selesai ditambal. Kamipun akhirnya bisa melanjutkan perjalanan pulang. Sebelum kami pamit, mama saya mengeluarkan uang sebagai tanda terima kasih atas jasa tambal si bapak.
"Gak usah bu, saya ikhlas" kata si bapak. Lalu saya bilang "Jangan gitu pak, kan kita pelanggan pertama, ambil aja uangnya, itu kan rejeki bapak". Si bapak tetap menolak "Udah gak usah. Ikhlas saya, bener deh. Uangnya buat eneng jajan aja nanti disekolah, belajar yang rajin ya neng" sambil menasehati saya.
         Alhamdulillah hari itu saya mendapat banyak sekali pelajaran, saya jadi semakin bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini. Dan saya mulai belajar untuk sabar tanpa mengeluh sedikitpun.

------------------------

         Belajar dari pengalaman si bapak tadi, bahwa dengan kesabaran dan rasa syukur yg tinggi bisa membuat si bapak dan keluarganya menjadi orang yang berhasil.

          Kita sebagai manusia sejatinya lebih sering mengeluh ketimbang bersyukur. Bukan karena kita tidak tahu bahwa bersyukur itu memang nikmat, tetapi terkadang kita yang sering lupa bahwa di setiap sisi kehidupan kita, kita mengisinya dengan mengeluh. Kita berfikir bahwa hidup orang lain lebih enak, padahal bisa saja mereka lebih sulit tetapi mereka tidak mengeluh.

          Sebuah pertanyaan. Apa yang kita lakukan setelah bangun tidur? Apakah bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk menghirup oksigen di udara bebas? Atau malah menggerutu karena harus kembali beraktifitas di sekolah, di kantor, di kampus, atau di tempat lainnya? Kembali lagi. Jangan mudah mengeluh, bersyukurlah!

Dengan langkah-langkah yang akan saya berikan dibawah ini. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang selalu bersyukur.

1. Melihat ke bawah untuk urusan duniawi
     Dengan melihat ke bawah, kita akan mengetahui bahwa kita jauh lebih beruntung dan bernasib baik.
     Banyak saudara kita yang tidak dapat makan, tidak memiliki tempat tinggal, mengidap penyakit parah, hidup dengan berbagai macam konflik, atau mengalami musibah bencana alam. Dibandingkan dengan mereka, bukankah apa yang ada pada diri kita jauh lebih baik? Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur bukan?

2. Selalu mengingat nikmat dari Allah
     Kita tidak mungkin dapat menghitung nikmat yang kita terima dari Allah SWT, saking banyaknya nikmat tersebut. Namun, selalu mengingat nikmat-nikmat tersebut akan membawa kita pada rasa syukur. Seperti yang tercantum pada QS. Ar-Rahman : 13 "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Ayat itu diulang sebanyak 31 kali, kerap membuat siapapun tertegun membacanya. Betapa kita terlalu sombong untuk sekedar mengucapkan 'terima kasih' kepada Sang Maha Pencipta.

3. Selalu mengucap Alhamdulillah
     Ucapan Alhamdulillah yang kita ucapkan setiap kali mendapatkan karunia dari Allah, tentu akan mengingatkan kita betapa Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah selalu memberikan yang terbaik bagi umat-Nya. Ucapan ini akan mengingatkan kita agar tidak lupa untuk selalu bersyukur.

4. Membiasakan diri untuk mengucapkan terimakasih.
     Ucapan terima kasih yang kita ucapkan setiap kali menerima kebaikan dari orang lain juga akan membiasakan kita untuk senantiasa bersyukur atas hal baik yang kita terima. Terutama berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat panjang umur serta nikmat sehat wal afiat. Karena itulah jangan berhenti untuk senantiasa beribadah padaNya.

5. Berhenti mengeluh
     Ketika menghadapi kenyataan yang
tidak sesuai harapan, kita kerap kali tergoda untuk mengeluh. Mulailah mengubah kebiasaan ini. Saya pun demikian, saya selalu berusaha semampu saya untuk tidak mengeluh. Meski itu sulit, saya akan selalu mencoba untuk menahan keluhan-keluhan itu. Karena menurut saya, lebih baik berhenti mengeluh sehingga hasil yang baik akan kita dapat dan kita pun akan lebih mudah untuk bersyukur.

----------------------

          Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu. Pasanglah senyuman di wajah dan berterima kasihlah pada Allah karena kita masih diberi kesempatan hidup dan menikmati indahnya dunia ini. Hidup ini adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah dengan baik dan penuh rasa syukur.

Firda Fitriani
15 Juni 2015
03.06 Jelang subuh

0 Comments: