Point Of View
Sudut pandang, dimana seseorang memandang hal atau objek tertentu. Termasuk objek apa yang dipandang dan bagaimana objek itu dipandang. Tentunya cara pandang itu berbeda setiap insannya, dan yang jelas itu tidak salah karena itu bukan tentang benar atau salah. Tapi, tentang segala rasa yang kita pandang dari sisi yang lain.
Sudut pandang itu adalah cara seseorang memandang kita. Seperti apa kita? Seperti apa sikap kita? Dan seperti apa tutur kata kita? Baik atau buruk kah? Kembali lagi. Penilaian seseorang kepada orang lain pastinya berbeda. Dan kebanyakan dari kita termasuk saya, melihat dan menilai berbagai bentuk peristiwa yang terjadi hanya dari satu sudut pandang, yaitu sudut pandang pribadi saja.
- Pandangan orang lain -
Saat saya berada di kantin sekolah. Di warung yang sama, disebelah saya ada salah seorang siswa laki-laki yang telah lebih dulu memesan makanan. Setelah menerima pesanannya, saya melihat siswa itu memberi uang dan juga menerima uang kembalian dengan tangan kiri. Setelah siswa itu pergi, ibu kantin lantas ngedumel, ibu kantin menilai tindakan seperti itu tidaklah sopan. "Apasih, anak jaman sekarang nggak sopan. Mentang-mentang anak orang kaya" semacam itu. Ibu kantin terus melontarkan ocehannya sambil melayani pesanan saya.
Dalam sudut pandang saya, bisa saja siswa tersebut kidal atau mungkin tangan kanannya sedang sakit. Tapi si ibu kantin melihat dari sudut pandangnya sendiri, yaitu tidak suka dengan orang yang melakukan sesuatu dengan tangan kiri karena dianggap tidak sopan.
Dari peristiwa diatas, kalian tentu menilai dari sudut pandang yang berbeda juga 'kan?
Saya juga pernah mengalami suatu kejadian, dimana saat tindakan saya dianggap hal yang salah atau disalah artikan oleh orang lain. Padahal maksud saya baik, tapi penangkapan maksud orang yang bersangkutan malah dikira salah dan dikira malah merugikan.
Pernah mengalami hal seperti itu?
Seperti itu lah sudut pandang orang lain terhadap kita. Saat kita melakukan hal yang baik menurut kita, belum tentu orang lain menilai kita itu baik. Menurut saya pribadi, saya tidak begitu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang saya. Intinya selagi niat kita baik ya terserah bagaimana orang lain mau menilai. Karena sudut pandang bukanlah jurang pemisah, tetapi justru menjadi jembatan penghubung perbedaan pendapat tersebut.
Jadi satu-satunya jalan yang harus kita lakukan hanyalah membuka diri untuk memahami apa yang dipikirkan orang lain. Ya meskipun memahami alur pikiran orang lain memang sulit, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan.
-----------------
Trus kita kudu piye?
1. Melihat dari sudut pandang orang lain.
Setiap orang punya cara berpikir dan bertindak yang pasti berbeda dengan diri kita. Patut kita hargai, selama itu tidak merugikan diri kita.
Dengan kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, maka kita akan mampu mengetahui apa yang sebenarnya harus kita lakukan. Karena tidak semua orang berpikiran buruk tentang kita. Positifnya, mungkin mereka mengkritik dengan tujuan menjadikan kita lebih baik lagi.
2. Memahami sebelum dipahami.
Inilah hal yang menjadi sebuah keharusan untuk kita lakukan. Tanpa hal ini, kita bisa saja terjebak dalam situasi di mana kita meminta orang lain untuk memahami kita, sedangkan kita sendiri lupa untuk memahami orang lain.
3. Menjadi pendengar yang baik.
Pendengar yang baik tidak hanya mendengar tapi mereka juga mampu menangkap dan merespon segala pendapat yang disampaikan orang lain. Sehingga kita lebih bersikap objektif dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang diri kita.
4. Koreksi diri
Mengoreksi diri sangatlah penting. Apa yang selama ini kita ucapkan, kita lakukan, dan apa yang telah kita ciptakan. Dengan mengetahui hal itu, kita dapat bercermin pada diri kita sendiri, pola hidup dan sikap seperti apa yang harus kita terapkan untuk diri kita sendiri. Tentunya dengan tujuan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
5. Tidak mementingkan ego
Jangan merasa sudut pandang kita yang paling benar dengan menolak sudut pandang dari orang lain. Karena hal tersebut dapat memicu timbulnya keegoisan dalam diri kita.
Bisa saja sudut pandang orang lain tidak begitu buruk, ternyata justru lebih baik. Atau sebaliknya. Intinya kita harus dapat mencerna dengan baik pendapat orang lain, jangan hanya dibutakan oleh sudut pandang kita sendiri.
>> Itulah cara "ngawur" saya, kalau ada yang memiliki formula lain yang pastinya berbeda dengan sudut pandang saya, boleh berbagi di kolom komentar hehe <<
----------------
Yap. Apapun peristiwanya, sekalipun itu baik, di mata seseorang yang bersudut pandang negatif, hal itu akan menjadi buruk. Semua kembali kepada kita. Kita mau melihat dari sudut pandang yang seperti apa, mau mencerna dari sudut pandang yang mana. Apakah ingin melihat sesuatu yang indah melulu atau sebaliknya?
----------------
Firda Fitriani
28 Juni 2015
16:52 WIB. Ngabuburit time.

0 Comments: