Generasi Baper !

08.27 Unknown 0 Comments


Baper..?

Siapa sih yang gak tau apa itu Baper (Bawa Perasaan)? Kayaknya udah banyak juga yang terinfeksi virus Baper. Dan (sialnya) baper lebih cocok untuk perempuan. (Yang nulis suka baper)

Tapiiiii.....

Yang akan saya bahas kali ini adalah BAPER dari sudut pandang yang berbeda. Bukan lagi bermakna 'Bawa Perasaan'. Melainkan...

>> Baper adalah Bawa Perubahan <<

Perubahan diambil dari kata berubah. Berubah ke arah yang lebih positif tentunya. Nah, perubahan itu harus berasal dari diri kita sendiri.
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’d : 11)
Sudah jelas kan? We are Agent of Change (agen perubahan) !

Perubahan bisa kita mulai dari hal - hal yang kecil. Terkadang, kita hanya memikirkan hal - hal yang besar saja untuk kedepannya, padahal banyak sekali hal - hal kecil yang mungkin belum kita lakukan untuk membawa kita ke perubahan yang lebih besar.

Ibarat sebuah bangunan.
Gak akan bisa berdiri bangunan yang kokoh tanpa adanya material kecil seperti pasir, batu - batu, semen, dan hal - hal kecil lainnya. Jadi, tanpa adanya hal sekecil apapun, gak akan tercipta hal yang besar.

So...
Sudahkah Kita berubah? Kalau belum, gimana mau bawa perubahan?

Kuy, berubah.

Belajar yang giat,

Shalat yang rajin,

Pacarannya stop dulu. (Yang nulis jones “re : jomblo happiness”)

Yang jadi pertanyaannya sekarang, “Siapkah kita menjadi generasi baper?”. Siap gak siap harus siap, karena sejatinya kita merupakan Agent of Change (agen perubahan).
Memang betul, berubah itu gampang gampang susah! Kita perlu banyak dorongan dan juga dukungan. Tapi ingat! Niat baik pasti di dukung dengan baik dan menghasilkan yang terbaik. InsyaAllah.

Lalu gimana cara memulai 'Baper' yang satu ini? Apa saja yang harus kita lakukan agar kita menjadi agen Bawa Perubahan tersebut?
Yap! Diawali dengan niat, diikuti dengan tindakan. Mari kita mulai. Let's Baper Together!

1.      Berani
Ketika kita berani dan optimis, sebenarnya kita sudah memenangkan separuh dari seluruh pertandingan. Dalam kehidupan ini, kita butuh keberanian untuk bisa mencapai tujuan hidup kita. Sebagai contoh, ketika kita sadar bahwa kita diberi bakat yang istimewa, tetapi kita takut untuk mengembangkannya, maka talenta itu akhirnya menjadi sia - sia.
Jadilah pemberani!
Jadilah singa, bukan kijang.
Mengapa singa selalu bisa memburu kijang, padahal kijang lebih cepat larinya dibanding singa?
Jawabannya adalah karena kijang banyak menoleh, hal itu membuatnya lambat berlari, sehingga memberi peluang bagi singa untuk menerkamnya. Sementara singa, dia tahu apa yang menjadi tujuannya, tak sedikitpun ia berpaling dari tujuannya itu.
Hikmahnya, jadilah seperti singa yang pemberani dan fokus pada apa yang hendak dituju.

2.      Yang muda yang berkarya
Ir. Soekarno pernah berkata, "beri aku 10 pemuda, maka akan aku ubah dunia". Kalimat ini seakan mengisyaratkan kepada generasi muda untuk menciptakan sebuah karya.
Carilah orang yang bisa dijadikan panutan. Menurut beberapa buku yang pernah saya baca, kita perlu sosok yang digemari sesuai dengan tingkat kreatifitas kita.
Cobalah untuk menunjukkan karya kita ke orang - orang terdekat, mereka pasti bisa memberi pendapat tentang karya tersebut.  Gak usah malu, just be confident!

3.      Mandiri
Sikap mandiri memudahkan kita dalam mencapai sesuatu yang ingin kita raih.
Orang yang mandiri tidak harus selalu mengikuti apa yang dilakukan orang lain dalam mengambil keputusan. Ketika kita selalu bergantung kepada orang lain dan merasa nyaman dengan hal tersebut, mungkin tidak akan masalah dalam jangka pendek. Tetapi dalam jangka waktu panjang apakah kita akan selamanya selalu mengikuti orang lain? Sampai kapan kita akan terus mengikuti cara orang lain?
Kitalah yang memiliki cara tersendiri untuk bisa mencapai segala sesuatunya. Mulai saat ini, bersikaplah mandiri. Just be yourself!

4.     Pantang menyerah dan tangguh
Pribadi pantang menyerah (tangguh) tidak lain adalah sebutan bagi pribadi yang tidak pernah merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadi ini memiliki kemampuan untuk bersyukur ketika mendapat sesuatu yang menguntungkan baginya, dan memiliki ketahanan untuk selalu bersabar ketika dihadapkan dengan sesuatu yang merugikan baginya.  Mencoba menerima setiap apa yang terjadi dan selalu berusaha untuk bangkit. Rise up!

5.      Inspiratif
Apasih yang membuat seseorang bisa lebih menginspirasi orang lain?
Padahal bisa saja mereka memiliki latar belakang yang hampir sama dengan kita. Kenapa hasilnya bisa berbeda?
Banyak diantara kita yang sebetulnya memiliki peluang yang sama. Namun ada yang bisa memanfaatkannya dengan baik, ada pula yang justru membuangnya secara percuma. Sehingga hasil yang didapatkan menjadi berbeda.
Seringkali orang yang menjadi inspirasi tersebut justru tidak menyadari bila dirinya telah menginspirasi orang lain. Yang dilakukannya hanyalah melakukan yang terbaik seperti apa yang bisa dilakukan dalam hidupnya.
Dan apabila kita merasa belum bisa menginspirasi orang lain, maka jadilah inspirasi setidaknya bagi diri sendiri, teruslah berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

6.      Optimis
Bisa dikatakan, optimis itu adalah sebuah jalan agar kita tidak mudah putus asa, walaupun kenyataannya kita seringkali terjebak dalam sikap pesimis. Seberapa sering kita membandingkan diri kita dengan yang lain? Sehingga dengan mudah kita merasa diri kita ini kecil dan merasa tidak mampu untuk melangkah lebih maju. Padahal tanpa disadari, sebetulnya kita ini mampu.
Jadi, pesimis itu adalah sebuah penyakit dan optimis adalah obatnya. Jadilah optimis, maka seburuk apapun keadaan, sesulit apapun situasinya, seberat apapun masalahnya, tetap ada kesempatan baik dan juga pelajaran berharga yang dapat kita petik.

7.      Konsisten
Pernah merasa banyak hal positif yang ingin kita lakukan tapi pada akhirnya mentok hanya karena semangat kita mulai 'kendor' di tengah jalan?

"Mulai sekarang harus rajin belajar!"

"Pokoknya sekarang harus fokus belajar, udah kelas 12!"

"Mau serius melatih kemampuan main gitar deh!"

“Ramadhan tahun ini pokoknya harus khatam Qur’an 30 juz!”

Beberapa contoh komitmen diatas, mungkin pada awalnya kita bersemangat untuk melakukannya. Wah, pokoknya perencanaannya udah “mateng” banget deh!
Mulai mengerjakannya dengan serius dihari pertama, hari kedua masih semangat walau gak seheboh hari pertama, hari ketiga sudah mulai tawar - menawar, hari keempat mulai lupa karena keasyikan main games atau keterusan nonton drama Korea, hari kelima mulai cari - cari alasan supaya hal tersebut dilakukan dihari berikutnya  aja, hari keenam udah mulai gak sempat, daaan... sampailah pada hari dimana kita melupakan segala tekad dan semangat yang sudah direncanakan sejak awal.
Memang pada kenyataannya, ada dua jenis manusia di dunia ini yang memiliki karakter berbeda. Manusia pertama adalah manusia yang selalu menepati janjinya alias konsisten. Manusia kedua adalah manusia yang sering tidak menepati janjinya alias tidak konsisten.
Apakah kita sudah termasuk orang yang konsisten? Tidak perlu dijawab, karena kita sendiri pasti sudah tahu jawabannya.  Karena sejejurnya, konsisten ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Jika kita (termasuk yang nulis) merasa belum menjadi orang yang konsisten , kuy sama – sama kita belajar dan juga berusaha untuk konsisten. InsyaAllah kedepannya, hidup kita menjadi lebih terarah dan akan lebih mudah bagi kita mencapai apa yang kita rencanakan sebelumnya.

---------------------------------

Udah panjang sepertinya, sampai disini dulu deh baper – baper nya. Jadikan postingan ini sebagai sarana pengingat bagi diri kita (terkhusus bagi yang nulis).
Segala kebenaran datangnya dari Allah, dan kesalahan datangnya dari diri saya pribadi. Mohon maaf jika ada kata – kata yang tak tertata, maupun tak layak dibaca. Semoga bermanfaat.

Semangat agen – agen pembawa perubahan !


Penghujung bulan Mei,
30 05 2016
22 : 34

0 Comments: