Generasi Baper !
Baper..?
Siapa
sih yang gak tau apa itu Baper (Bawa
Perasaan)? Kayaknya
udah banyak juga yang
terinfeksi
virus Baper. Dan (sialnya) baper lebih cocok untuk perempuan. (Yang nulis
suka baper)
Tapiiiii.....
Yang
akan saya bahas kali ini adalah
BAPER dari sudut pandang yang berbeda.
Bukan
lagi bermakna 'Bawa Perasaan'.
Melainkan...
>> Baper
adalah Bawa Perubahan <<
Perubahan
diambil dari kata berubah. Berubah ke arah yang lebih positif tentunya. Nah, perubahan itu
harus berasal dari diri kita sendiri.
“Sesungguhnya Allah
tidak merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka merubah keadaan yang ada
pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar Ra’d :
11)
Sudah
jelas kan? We are Agent of Change (agen perubahan) !
Perubahan bisa kita mulai dari hal - hal yang kecil. Terkadang,
kita hanya
memikirkan
hal - hal yang besar saja untuk kedepannya, padahal banyak
sekali hal - hal kecil yang mungkin belum kita lakukan untuk membawa
kita ke perubahan yang lebih besar.
Ibarat
sebuah bangunan.
Gak akan
bisa berdiri bangunan yang kokoh tanpa adanya material kecil seperti pasir, batu - batu, semen, dan hal - hal kecil lainnya. Jadi, tanpa
adanya hal sekecil apapun, gak akan tercipta hal yang besar.
So...
Sudahkah Kita berubah? Kalau belum, gimana mau bawa
perubahan?
Kuy, berubah.
Belajar
yang giat,
Shalat
yang rajin,
Pacarannya
stop dulu. (Yang nulis jones “re : jomblo happiness”)
Yang jadi pertanyaannya
sekarang, “Siapkah kita menjadi generasi baper?”. Siap gak siap harus siap,
karena sejatinya kita merupakan Agent of Change (agen perubahan).
Memang betul, berubah itu gampang gampang susah! Kita perlu banyak dorongan dan juga dukungan. Tapi ingat!
Niat baik
pasti di dukung dengan baik dan menghasilkan yang terbaik.
InsyaAllah.
Lalu
gimana
cara memulai 'Baper' yang satu ini? Apa saja yang harus kita lakukan agar kita menjadi agen Bawa
Perubahan tersebut?
Yap!
Diawali dengan niat, diikuti
dengan tindakan. Mari kita mulai. Let's Baper Together!
Ketika kita berani dan optimis, sebenarnya kita sudah memenangkan separuh
dari seluruh pertandingan. Dalam kehidupan ini, kita butuh keberanian untuk bisa mencapai tujuan hidup kita. Sebagai contoh,
ketika kita sadar bahwa
kita diberi bakat yang istimewa, tetapi kita takut untuk
mengembangkannya, maka talenta itu
akhirnya menjadi sia - sia.
Jadilah pemberani!
Jadilah singa, bukan kijang.
Mengapa
singa selalu bisa memburu kijang, padahal kijang lebih cepat larinya dibanding singa?
Jawabannya adalah karena kijang banyak
menoleh, hal itu membuatnya lambat berlari, sehingga memberi peluang bagi singa
untuk menerkamnya. Sementara singa, dia tahu apa yang menjadi tujuannya, tak
sedikitpun ia berpaling dari tujuannya itu.
Hikmahnya,
jadilah seperti singa yang pemberani dan fokus pada apa yang hendak
dituju.
Ir. Soekarno pernah
berkata, "beri aku
10 pemuda, maka akan aku ubah dunia". Kalimat ini seakan
mengisyaratkan kepada generasi muda untuk menciptakan sebuah karya.
Carilah orang yang bisa
dijadikan panutan. Menurut beberapa buku yang
pernah saya baca, kita perlu sosok yang
digemari sesuai dengan tingkat
kreatifitas kita.
Cobalah untuk menunjukkan karya kita ke orang - orang terdekat, mereka pasti
bisa memberi pendapat tentang karya tersebut. Gak usah
malu, just be confident!
Sikap mandiri
memudahkan kita dalam
mencapai sesuatu yang ingin kita
raih.
Orang
yang mandiri tidak harus selalu
mengikuti apa yang dilakukan orang lain dalam mengambil keputusan. Ketika kita selalu
bergantung kepada orang lain dan merasa nyaman dengan hal tersebut, mungkin tidak akan
masalah dalam jangka pendek.
Tetapi
dalam jangka waktu panjang
apakah kita akan selamanya
selalu mengikuti orang lain? Sampai kapan
kita akan
terus mengikuti cara orang lain?
Kitalah
yang memiliki cara tersendiri untuk bisa mencapai segala sesuatunya. Mulai saat ini, bersikaplah mandiri. Just be
yourself!
Pribadi pantang
menyerah (tangguh) tidak lain adalah sebutan
bagi pribadi yang tidak pernah merasa
lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadi ini memiliki kemampuan
untuk bersyukur ketika
mendapat sesuatu yang menguntungkan baginya, dan memiliki ketahanan untuk
selalu bersabar ketika dihadapkan dengan sesuatu yang merugikan baginya. Mencoba menerima setiap apa yang terjadi dan selalu berusaha
untuk bangkit. Rise up!
Apasih yang membuat
seseorang bisa lebih menginspirasi orang lain?
Padahal
bisa saja
mereka memiliki latar belakang yang hampir sama dengan kita. Kenapa hasilnya bisa
berbeda?
Banyak
diantara kita yang sebetulnya memiliki peluang yang sama. Namun ada yang bisa
memanfaatkannya dengan baik, ada pula yang justru membuangnya secara percuma.
Sehingga hasil yang didapatkan
menjadi berbeda.
Seringkali
orang yang menjadi inspirasi tersebut justru tidak menyadari bila dirinya telah
menginspirasi orang lain. Yang dilakukannya hanyalah melakukan yang terbaik seperti apa
yang bisa
dilakukan dalam hidupnya.
Dan
apabila kita merasa belum bisa menginspirasi orang lain, maka jadilah
inspirasi setidaknya bagi diri sendiri, teruslah berusaha
menjadi pribadi yang
lebih baik dari sebelumnya.
Bisa
dikatakan, optimis
itu adalah
sebuah jalan agar kita tidak
mudah
putus asa, walaupun kenyataannya kita seringkali terjebak dalam sikap pesimis. Seberapa sering kita membandingkan diri kita dengan yang lain? Sehingga dengan mudah
kita
merasa diri kita ini kecil
dan merasa tidak mampu untuk melangkah lebih maju. Padahal tanpa
disadari, sebetulnya
kita ini mampu.
Jadi, pesimis
itu adalah sebuah penyakit dan optimis adalah obatnya. Jadilah optimis, maka seburuk
apapun keadaan, sesulit apapun situasinya, seberat apapun masalahnya, tetap ada kesempatan
baik dan juga pelajaran berharga yang dapat kita petik.
Pernah merasa banyak hal positif yang ingin kita lakukan tapi pada akhirnya mentok hanya karena semangat kita mulai 'kendor' di
tengah jalan?
"Mulai
sekarang harus rajin
belajar!"
"Pokoknya
sekarang harus fokus
belajar, udah kelas 12!"
"Mau serius melatih
kemampuan main gitar deh!"
“Ramadhan
tahun ini pokoknya harus khatam Qur’an 30 juz!”
Beberapa contoh komitmen diatas, mungkin pada awalnya kita bersemangat untuk
melakukannya. Wah,
pokoknya perencanaannya udah “mateng”
banget deh!
Mulai mengerjakannya dengan serius dihari pertama, hari
kedua masih semangat walau gak seheboh hari pertama, hari ketiga sudah mulai tawar
- menawar,
hari keempat mulai lupa karena keasyikan
main games atau
keterusan nonton drama Korea,
hari kelima mulai cari - cari alasan supaya hal tersebut
dilakukan dihari berikutnya aja, hari keenam udah mulai
gak sempat,
daaan... sampailah pada
hari dimana kita melupakan
segala tekad dan semangat yang sudah
direncanakan
sejak awal.
Memang
pada kenyataannya, ada dua jenis manusia di dunia ini yang memiliki
karakter berbeda. Manusia pertama adalah manusia yang selalu menepati janjinya
alias konsisten. Manusia kedua adalah manusia yang sering tidak menepati
janjinya alias tidak konsisten.
Apakah
kita sudah termasuk orang yang konsisten? Tidak
perlu dijawab, karena kita sendiri pasti sudah tahu jawabannya. Karena sejejurnya, konsisten ini bukanlah suatu hal yang
mudah untuk dilakukan. Jika
kita (termasuk yang nulis) merasa belum menjadi orang yang konsisten , kuy sama
– sama kita
belajar dan juga berusaha
untuk konsisten. InsyaAllah kedepannya, hidup kita menjadi lebih terarah
dan akan lebih mudah bagi kita mencapai apa yang kita rencanakan sebelumnya.
---------------------------------
Udah panjang sepertinya, sampai
disini dulu deh baper – baper nya. Jadikan postingan ini sebagai sarana pengingat
bagi diri kita (terkhusus bagi yang nulis).
Segala kebenaran datangnya dari
Allah, dan kesalahan datangnya dari diri saya pribadi. Mohon maaf jika ada kata
– kata yang tak tertata, maupun tak layak dibaca. Semoga bermanfaat.
Semangat agen – agen pembawa
perubahan !
Penghujung bulan Mei,
30 05 2016
22 : 34


0 Comments: